Connext Conference, Makassar

“Berani melangkah, mewujudkan mimpi dengan doa dan usaha.”

Seminar kemarin pada hari sabtu 14 April sangat berkesan. Seminar ini diadakan oleh Axis bekerjasama dengan Young On Top.

Ada tiga pembicara yang dihadirkan di event Connext Conference.

Pertama, Putri Yulia, merupakan bussiness woman. Beliau adalah owner sekaligus founder Kostoom. Kostoom merupakan sebuah aplikasi yang mempertemukan penjahit, designer, dan konsumen. Aplikasi ini sangat menarik karena, mewadahi para penjahit di Indonesia. Sebuah terobosan terkini yang mampu menjawab problema masyarakat di bidang sailor.

Putri Yulia, menceritakan kisahnya. Dibalik orang sukses, pasti ada kisah yang mewarnai perjalanannya. Bermodalkan tekad dan kondisi ekonomi keluarga, beliau merintis usaha ini. Saya terharu ketika Putri Yulia menceritakan pahitnya kehidupan kedua orangtuanya, dimana mereka hanya tinggal disebuah gubuk bekas kambing, juga huru-hara kehidupan rumah tangga kedua orang tuanya. Namun, dari hal itulah, membuat Putri Yulia bertekad membangun usaha demi membahagiakan kedua orang tua juga bermanfaat bagi orang-orang disekitanya.

(Gambar Putri Yulia di Connext Conference)

Pembicara kedua adalah Niko Wiradinata. Merupakan CEO dan Founder Dunplex Group. Ibu beliau asli Makassar.

Dunplex Group merupakan perusahaan yang saat ini sedang meroket hingga menembus pasar Asia. Dibalik kesuksesan Dunplex, Niko berbagi kisah saat memulai usahanya.

Ada dua hal yang mendasari Niko merintis usaha, pertama, The Power of Kepepet, kedua, The Power of Kualat. Beliau ini, saat menjadi pembicara, gokil abis. Selain itu, beliau juga sangat ramah.

The power of kepepet. Saat itu, dimasa kuliah, nilai ipk Niko terbilang dibawah rata-rata, namun desakan orang-orang disekitar beliau, Niko belajar lebih giat untuk memperbaiki nilainya. Alhasil, nilai ipk Niko membuahkan hasil. Selain itu, Niko juga berbagi kisah saat dimana Niko harus membantu keluarganya membayar utang-utang di bank. Sempat frustasi, jatuh di motor 3x, namun hal inilah yang menjadi titik awal mengapa Niko bangkit dan mulai membangun usahanya.

Ada pesan yang sangat menarik dari Niko, bahwa pergunakanlah waktu sebaik mungkin. Niko berprinsip bahwa, setiap hari adalah peningkatan. Setiap hari pun kita tak boleh melewatkannya untuk membuat atau menambah wawasan.

(Gambar Niko Wiradinata di Connext Conference)

Selanjutnya, pembicara ketiga. Beliau adalah Billy Boen, Founder Of Young On Top.

Pembicara yang satu ini gak kalah seru dan menginspiratifnya teman-teman. Mengawali karir saat kuliah di Amerika dan menyelesaikan magister, beliau dengan nilai cumlaude dan paling tercepat di angkatannya. Beliau mengambil fokus Brand. Karena tertarik terhadap brand/merek, maka beliau memutuskan ke Indonesia dan bekerja di perusahaan yang top Branded. Seperti Nike, Umbro, dan MRA Grup. Beliau adalah CEO dan Direktur termuda di perusahaan tersebut. Kesuksesan yang beliau capai lantas tak membuat Billy Boen berhenti berinovasi. Berangkat dari sebuah buku karangan beliau dengan judul Young On Top, tanpa sengaja menginspirasi banyak orang, membuat Billy terharu hingga mendirikan perusahaan YOT sekaligus komunitas YOT untuk membantu dan menginspirasi banyak orang.

Ada pesan yang paling ngena’ saat Billy Boen berbagi kisah inspiratif. Bahwa, akar merintis usaha adalah WHY. W H Y.

Yah, mengapa. Apa alasan yang membuat kita merintis usaha? Apapun itu, kata Billy, bukan hanya di profesi pengusaha, namun disemua aspek. Jika sudah menemukan WHY Anda, maka tak mudah bagi seorang pemula untuk goyah.

(Gambar Billy Boen di Connext Conference)

Ketiga pembicara tersebut sangat menginspirasiku. Terima kasih kepada Axis dan juga YOT yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Tidak sia-sia rasanya mengikuti event gratis namun sangat berbobot.

I hope someday can be like them. And someday, i will be an inspiring speaker too. 😊

Advertisements